Serangan tersebut terjadi di Quraish Square, Kadhimiya Barat Laut, saat warga Syiah sedang memperingati setengah abad kematian pemuka agama Syiah Moussa al-Kadhim.
Menurut kepolisian setempat, korban tewas dan luka-lukan diperkirakan masih terus bertambah. Kementerian Dalam Negeri menyatakan, aparat keamanan langsung dikerahkan di tempat kejadian untuk menghindari tembakan lanjutan.
Meskipun kekerasan di Irak sudah dinyatakan berakhir, gerilyawan Sunni yang terjaring dengan militan Al-Qaeda masih melancarkan serangan bomnya. Mereka menargetkan warga Syiah untuk menyulut perang saudara seperti yang terjadi pada tahun 2006-2007 silam. Ketegangan ini mulai terjadi sejak Amerika Serikat menarik pasukannya dari Irak.(Reuters/MEL)
{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment