Seperti di Sekolah Dasar Hikmah I Yapis, Jayapura. Tak satu pun siswa hadir. Kepala Sekolah SD Hikmah Yapis, Muhammad Komarudin, mengatakan, sejak hari ini hingga besok tidak ada kegiatan belajar mengajar.
Menurut Komarudin, pihak sekolah sebenarnya tidak meliburkan para siswa. Namun, karena para orangtua siswa khawatir akan adanya aksi penembakan, mereka melarang anaknya bersekolah sementara waktu. "Kondisi ini dapat mengganggu proses ujian yang akan dilangsungkan Senin pekan depan," jelas Komarudin.
Aksi penembakan yang terjadi di Papua telah memakan korban enam orang. Kepolisian masih terus memburu para pelaku penambakan yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Kuat dugaan, aksi teror terkait rencana kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 25 Juni untuk menghadiri acara Raimuna ke-10 Nasional.(APY/IAN)
{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment