"Sungguh mengecewakan sistem keamanan di Papua. Polisi dan pemerintah bukan hanya gagal menjamin rasa aman masyarakat, namun juga tidak pernah memberikan kepastian hukum seperti menangkap pelakunya," ujar Haris kepada Liputan6.com, Senin (11/6).
Haris khawatir, aksi teror penembakan ini hanya sekedar upaya pengkambinghitaman kepada kelompok separatis melalui tuduhan-tuduhan semata dan diikuti dengan penangkapan.
Namun, Haris menggaris bawahi pelaku, yang dinilai cukup terlatih dan memiliki kecepatan dalam melakukan aksi tersebut. "Pertanyaanya yang lebih besar, siapa yang mampu melakukan kekerasan, teror, atau pembunuhan misterius secara konstan, seperti dalam beberapa hari terakhir?," tanyanya.
"Pelakunya terlatih untuk membunuh atau mencederai secara cepat dan tepat mematikan," lanjutnya.
Peristiwa demi peristiwa yang kerap terjadi di Papua ini, menurut Haris, sangat memalukan dan merendahkan kehadiran polisi di Papua. Harusnya peristiwa seperti ini, imbuh Haris, hanya terjadi sekali dua kali, seterusnya Polisi harus bisa mendeteksi dalam rangka pencegahan atas kekerasan tersebut.
"Anehnya, peristiwa demi peristiwa terus terjadi. Apa jangan-jangan polisi takut dengan kekuatan pelaku? Rekomendasi, seharusnya Presiden mengevaluasi sistem keamanan di Papua," tandasnya. (ALI/ARI)
{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment