Menurut Suhardi, Manager HRD dan Humas PT Cahaya Kalbar Tbk, kebocoran terjadi di bagian bawah tongkang. Hal ini mengakibatkan kapal yang mengangkut sebanyak 1.000 ton minyak kelapa sawit atau CPO mengalami kemiringan hingga 45 derajat dan akhirnya tumpah ke sungai.
Pihak perusahaan meminta maaf kepada warga atas kejadian ini dan akan bertanggungjawab. PT Cahaya Kalbar juga bersedia membayar sebesar Rp 100 ribu per drum kepada warga yang mau mengumpulkan minyak yang tumpah dari Sungai Kapuas.
Kini, pihak perusahaan telah memasang peralatan oil bum seluas 12x6 meter di sekitar kapal tongkang untuk menghindari penyebaran tumpahan minyak.
Pihak perusahaan juga telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak serta masyarakat setempat untuk pembersihan minyak. Warga berharap pihak perusahaan memperhatikan kesehatan mereka yang biasa menggunakan air Sungai Kapuas.(APY/IAN)
{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment