"Tidak, saya tidak bicara masalah pembatasan mal. Yang harus dilakukan adalah kita harus ikuti yang namanya tata ruang, jangan ditabrak itu yang namanya RUU TRK (Revisi Rencana Umum Tata Ruang Kota)," Jokowi saat bertemu dengan Persatuan Tuna Rungu DKI dan korban Rawasari di Menteng, Jakarta, Ahad (10/6) sore.
"Untuk mal, ya silakan pakai untuk mal. Kalau itu untuk ruang terbuka, ya jangan. Artinya, aturan is aturan," ujarnya.
Jokowi mejelaskan, ruang terbuka hijau di Jakarta masih sangat minim. Untuk itu, jika terpilih menjadi gubernur ia siap membangun ruang hijau di Ibu Kota. Bahkan, dirinya siap membeli lahan atau area jika memang area hijau itu terbatas.
"Yang idealnya kan 30 persen untuk TRK. Yang milik masyarakat 10 persen, pemerintah 20 persen. Sekarang kan baru sembilan. Gimana caranya? Ya harus beli, kalau nggak punya lahan. Duitnya banyak kok," imbuhnya.
Sementara itu, dirinya mengaku siap menuntaskan kasus penggusuran Rawasari, Jakarta Timur, yang telah dilakukan oleh Fauzi Bowo. "Kasus penggusuran Rawasari pada prinsipnya kami akan berjuang. Sama, nanti akan saya pelajari. Harus ada pro yang kecil. Untuk korban penggusuran Rawasari, saya akan melakukan panggilan khusus bagi warga Rawasari," ujarnya. (ALI/MEL)
{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment